SIGN DESIGN BALI
Architect, interior, advertising, graphic design, handicraft and sculpture, design consultant offering a comprehensive design service from initial concept through to production combining creativity with a through attention to detail.

facebook instagramyoutube

ARTICLES

TENTANG JOGLO

Joglo adalah rumah adat masyarakat Jawa. Bagian-bagian Joglo yaitu :
1. pendapa.
2. pringgitan.
3. dalem.
4. sentong.
5. gandok tengen.
6. gandok kiwo.

Bagian pendapa adalah bagian paling depan Joglo yang mempunyai ruangan luas tanpa sekat-sekat, biasanya digunakan sebagai tempat pertemuan untuk acara besar bagi penghuninya. Seperti acara pagelaran wayang kulit, tari, gamelan dan yang lain. Pada waktu ada acara syukuran biasanya sebagai tempat tamu besar. Pendopo biasanya terdapat soko guru, soko pengerek, dan tumpang sari.

Bagian Pringgitan adalah bagian penghubung antara pendopo dan rumah dalem. Bagian ini dengan pendopo biasanya di batasi dengan seketsel dan dengan dalem dibatasi dengan gebyok. Fungsi bagian pringgitan biasanya sebagai ruang tamu.

Bagian Dalem adalah bagian tempat bersantai keluarga. Bagian ruangan yang bersifat lebih privasi.
Jenis JogloJoglo Limasan Lawakan (atau “Joglo Lawakan”).

JENIS-JENIS JOGLO

1. Joglo Sinom
2. Joglo Jompongan
3. Joglo Pangrawit
4. Joglo Mangkurat
5. Joglo Hageng
6. Joglo Semar Tinandhu
7. Joglo Jepara
8. Joglo Kudus
9. Joglo Pati
10. Joglo Rembang

Joglo Jepara

shell craft

- CIRI KHAS
Rumah Adat Jepara memiliki atap genteng yang disebut “Atap Wuwungan”, dengan bangunan yang didominasi seni ukir empat dimensi (4D) khas kabupaten Jepara yang merupakan perpaduan gaya dari budaya Hindu-Jawa, Islam-Arab, Tionghoa-Cina dan Eropa-Portugis. Rumah ini diperkirakan mulai dibangun sekitar tahun 600-an Masehi (era Kerajaan Kalingga) dengan 95% kayu Jati asli. Joglo Jepara mirip dengan Joglo Kudus tetapi perbedaan yang paling kelihatan adalah bagian pintunya, Joglo Jepara memiliki 3 pintu utama sedangkan Joglo Kudus hanya memiliki 1 pintu utama.

- CIRI KHUSUS

1. Bahan bangunan terbuat dari kayu dengan dinding kayu berukir
2. Memiliki 4 buah tiang di tengah bangunan
3. Atap dari genting dan khusus kerpus memiliki motif ukiran gambar wayang.

- TATA RUANG
Bahan bangunan Rumah adat Jepara terbuat dari kayu dengan dinding kayu berukir, Memiliki 4 buah tiang di tengah bangunan. menurut pembagian ruangnya adalah sebagai berikut:

1. Ruang Peringgitan
ruang ini dulu untuk menerima/ menjamu tamu terbatas, sampai saat inipun tempat ini masih dipergunakan untuk dhahar prasmanan dan menerima tamu. Namanya rono kaputren (yang ukirannya tembus) atau berlubang dan yang blok ukir namanya rono kaputran.

2. Ruang keluarga
tempat/ruangan ini dulu dipergunakan untuk berkumpulnya keluarga.

3. Ruang pingitan
pengertian dipingit tidak di ruangan ini terus, boleh keluar tetapi dengan batasan depan ada rono (ukiran yang tembus/berlubang) dan belakang ada tembok yang tinggi, dan pengertian dipingit adalah menunggu lamaran dari pria yang tidak dikenalnya.

4. Pawon
biasa digunakan untuk masak, belajar dan melihat televisi.

5. Pakiwan
Untuk halaman depan rumah, terdapat sumur pada sebelah kiri yang dinamakan Pakiwan, yang juga berfungsi untuk kamar mandi.

shell craft

- FILOSOFI
Keunikan dan keistimewaan Rumah Adat Jepara (Joglo Jepara) tidak hanya terletak pada keindahan arsitekturnya yang didominasi dengan seni ukir kualitas tinggi, dan Atap dari genting dan khusus kerpus memiliki motif ukiran menyerupai mirip bentuk gambar wayang. tetapi juga pada kelengkapan komponen-komponen pembentuknya yang memiliki makna filosofis berbeda-beda. Adapun konsep falsafah dari bangunan joglo ini adalah

Seiring dengan perkembangan masyarakat, keberadaan rumah adat Kudus sendiri sebagai penentu tingkat perekonomian seseorang. Tidak dapat dimungkiri untuk pengrajin yang membuat rumah adat ini mematok harga yang sangat mahal, sehingga hanya sebagian kecil masyarakat dengan tingkat perekonomian menengah ke atas yang bisa membelinya.
Sedangkan kelemahan budaya lokal adalah kurangnya sumber informasi yang dibukukan, sehingga tidak ada sumber yang bisa dijadikan acuan atau referensi dalam pengenalan budaya lokal tersebut. Dibutuhkan sebuah kajian, jika ada yang tahu sepenggal dan memberanikan diri untuk menulis dan tanpa ada sumber yang jelas adalah kesalahan.

Joglo Kudus

shell craft

shell craft

shell craft

- CIRI KHAS
Rumah Adat Kudus memiliki atap genteng yang disebut “Atap Pencu”, dengan bangunan yang didominasi seni ukir yang sederhana khas kabupaten Kudus yang merupakan perpaduan gaya dari budaya Jawa (Hindu), Persia (Islam), Cina (Tionghoa) dan Eropa (Belanda). Rumah ini diperkirakan mulai dibangun sekitar tahun 1500-an Masehi dengan 95% kayu Jati asli. Joglo Kudus mirip dengan Joglo Jepara tetapi perbedaan yang paling kelihatan adalah bagian pintunya, Joglo Kudus hanya memiliki 1 pintu sedangkan Joglo Jepara memiliki 3 pintu.

- TATA RUANG
Joglo Pencu memiliki 4 (empat) tiang penyangga dan 1 (satu) tiang besar yang dinamakan soko geder yang melambangkan bahwa Allah SWT bersifat Esa. rumah adat Kudus Joglo Pencu memiliki 3 bagian ruangan yang disebut Jogo Satru, Gedongan, dan Pawon.

- FILOSOFI
Keunikan dan keistimewaan Rumah Adat Kudus (Joglo Kudus) tidak hanya terletak pada keindahan arsitekturnya yang didominasi dengan seni ukir sederhana, tetapi juga pada kelengkapan komponen-komponen pembentuknya yang memiliki makna filosofis berbeda-beda.

Seiring dengan perkembangan masyarakat, keberadaan rumah adat Kudus sendiri sebagai penentu tingkat perekonomian seseorang. Tidak dapat dimungkiri untuk pengrajin yang membuat rumah adat ini mematok harga yang sangat mahal, sehingga hanya sebagian kecil masyarakat dengan tingkat perekonomian menengah ke atas yang bisa membelinya.
Sedangkan kelemahan budaya lokal adalah kurangnya sumber informasi yang dibukukan, sehingga tidak ada sumber yang bisa dijadikan acuan atau referensi dalam pengenalan budaya lokal tersebut. Dibutuhkan sebuah kajian, jika ada yang tahu sepenggal dan memberanikan diri untuk menulis dan tanpa ada sumber yang jelas adalah kesalahan.

 

Rumah adat Pati

shell craft

shell craft

- CIRI KHAS
Rumah Adat Pati memiliki atap genteng yang bentuknya khas, yang merupakan perpaduan gaya dari budaya Jawa, Tiongkok. Rumah ini diperkirakan mulai dibangun sekitar tahun 1700-an Masehi dengan 90% kayu Jati asli. Joglo Pati mirip dengan Joglo Kudus tetapi perbedaan yang paling tampak adalah bentuk bagian pintunya dan atap gentengnya.

- TATA RUANG
Rumah adat Pati yaitu Joglo Pati seperti Joglo Pencu (rumah adat Kudus) yaitu sama-sama memiliki 4 bagian ruangan yang disebut Jogo Satru, Gedongan, dan Pawon.\

Seiring dengan perkembangan masyarakat Pati, keberadaan rumah adat Pati sendiri sebagai penentu tingkat perekonomian seseorang. Tidak dapat dimungkiri untuk pengrajin yang membuat rumah adat ini mematok harga yang sangat mahal, sehingga hanya sebagian kecil masyarakat dengan tingkat perekonomian menengah ke atas yang bisa membelinya. Sedangkan kelemahan budaya lokal adalah kurangnya sumber informasi yang dibukukan, sehingga tidak ada sumber yang bisa dijadikan acuan atau referensi dalam pengenalan budaya lokal tersebut.

Dibutuhkan sebuah kajian, jika ada yang tahu sepenggal dan memberanikan diri untuk menulis dan tanpa ada sumber yang jelas adalah kesalahan. Juga dibutuhkan peran pemerintah kabupaten Pati untuk melestarikan rumah adat Pati.

Rumah adat Rembang

shell craft

- SEJARAH
Rumah adat Rembang atau Joglo Bocokan dahulunya rumah jenis ini dindingnya terbuat dari gedeg dalam bahasa Jawa artinya anyaman bambu bagi golongan orang kelas bawah, sedangkan bagi golongan kelas menengah keatas dindingnya Rumah Joglo Bocokan terbuat dari papan kayu jati.

- CIRI KHAS
Rumah adat Rembang memiliki ciri khas, diantaranya:

shell craft

- TATA RUANG
Bahan bangunan Rumah adat Rembang terbuat dari kayu dengan dinding kayu jati, Memiliki 4 buah tiang utama di bangunan. menurut pembagian ruangnya adalah sebagai berikut:

FILOSOFI
Keunikan dan keistimewaan Rumah Adat Rembang (Joglo Bocokan) tidak hanya terletak pada keindahan arsitekturnya, tetapi juga pada kelengkapan komponen-komponen pembentuknya yang memiliki makna filosofis berbeda-beda.

Seiring dengan perkembangan masyarakat, keberadaan rumah adat Rembang sendiri sebagai penentu tingkat perekonomian seseorang. Tidak dapat dimungkiri untuk pengrajin yang membuat rumah adat ini mematok harga yang sangat mahal, sehingga hanya sebagian kecil masyarakat dengan tingkat perekonomian menengah ke atas yang bisa membelinya.

Sedangkan kelemahan budaya lokal adalah kurangnya sumber informasi yang dibukukan, sehingga tidak ada sumber yang bisa dijadikan acuan atau referensi dalam pengenalan budaya lokal tersebut. Dibutuhkan sebuah kajian, jika ada yang tahu sepenggal dan memberanikan diri untuk menulis dan tanpa ada sumber yang jelas adalah kesalahan.

[source : wikipedia.org]

CONTACT US :

ADDRESS :
Jalan Raya Kangetan, Desa Singakerta , Kecamatan Ubud, Propinsi Bali, Indonesia
Phone. +62 361 8988162
Google Map : KAYU GALLERY BALI
Email : signdesignbali@gmail.com / signdesign_78@yahoo.com

CONTACT PERSON :
Ayu Sri Rejeki : +62817347036 (whatsapp)
Drs. Bambang Adi Pramono : + 62818359725


RELATED LINKS :

HOME | ABOUT US | DESIGN | PROJECTS | PROJECT ALILA | PROJECT KUNMING | PROJECT KLENTENG | VILLA BUMILINGGAH | PROJECT SWASTI ECO COTTAGES | PROJECT YOGA SEARCHER BALI | PROJECT SAKAH BISMA UBUD | OTHER PROJECTS AND IMAGES | PRODUCTS | WOODEN HOUSE | INTERIOR EQUIPMENT | ART AND CRAFT | WOOD PRODUCT | METAL PRODUCT | CANDLE PRODUCT | FIBERGLASS ITEM | SHELL PRODUCT | BONE PRODUCT | STONE PRODUCT | CERAMIC PRODUCT | SITE MAP | ARTICLES | CONTACT US


OUR PARTNERS :

KAYU GALLERY BALI
BALI BONE CRAFT
BALI CERAMIC CRAFT
BALI FIBERGLASS
BALI WOODEN CRAFT
BALI METAL CRAFT
BALI STONE CRAFT
bali art space
BALI SILVER PRODUCT
SCULPTURE DEPOT
BALI SKULL
bali sculpture class
accessories bali
bali candle craft
bali glass craft
bone carving class
CopyRights @ signdesignbali.com | All Right Reserved | WhatsApp +62817347036 | signdesignbali@gmail.com | 2022